banner 728x90

Semar Mesem Legenda Jawa Dan Sunda

Nama tokoh utama panakawan yang disebut semar mesem  ini adalah wiracarita pewayangan berasal dari jawa dan sunda. Dalam pementasan wiracarita Mahabharata dan ramayana dari india, tokoh semar dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria. Namun dalam naskah kedua wiracarita yang asli tersebut (berbahasa Sanskerta), nama semar tidak ditemukan. Karena tokoh ini merupakan ciptaan asli dari pujangga jawa.

Bentuk Fisik

Memiki bentuk fisik yang sangat unik, Semar Mesem seolah-olah digambarkan seperti simbol bagi seluruh jagad raya. Tubuh yang bulat merupakan gambaran dari simbol bumi tempat dimana tinggalnya seluruh makhluk hidup. Selalu tersenyum dan bermata sembak menjadi ciri khas semar yang menggambarkan simbol suka dan duka. Dengan gaya rambut kuncung seperti anak kecil dan berwajah tua melambangkan simbol tua dan muda. Berjenis kelamin laki-laki tetapi mempunyai payudara mirip dengan perempuan memberikan gambaran simbol pada pria dan wanita. Walaupun ia adalah dewa akan tetapi memilih hidup seperti rakyat jelata ini menggambarkan simbol atas dan bawahan.

Sejarah

Dari informasi ahli sejarah yang bernama Prof. Dr. Slamet Muljana tokoh semar mesem ditemukan pertama kali dalam karya sastra zaman Kerajaan Majapahit berjudul Sudamala. Selain berbentuk kakawin, gambaran cerita dalam kisah Sudamala juga dipahat sebagai relief didalam Candi Sukuh yang dibangun pada tahun 1439. Dalam kisah Sahadewa dari keluarga Pandawa semar yang digambarkan sebagai tokoh utama menjadi abdi atau hamba dalam cerita tersebut. Dalam kisah tersebut semar tidak hanya berperan sebagai abdi, melainkan juga pintar dalam humor untuk menenangkan suasana yang tegang.

Dizaman berikutnya pada saat kerajaan islam mulai berkembang dipulau jawa. Pewayangan dijadikan sebagai salah satu bentuk dakwah oleh para ulama. Yang sebelumnya kisah semar mesem  sudah pernah dipentaskan dalam mahabharata dan sudah melekat pada masyarakat jawa. Ulama paling terkenal sekaligus ahli budaya pada saat itu adalah sunan kalijaga. Peran aktif dalam tokoh semar terus dipertahankan keberadaannya, bahakan dalam kisah sudamala peran semar lbih sering muncul dari pada tokoh aslinya.

Dalam perkembangan para pujangga jawa, peran semar lebih sering muncul dalam berbagai kisah pementasan wayang. Dalam karya puajngga jawa menceritakan semar bukan hanya sekedar rakyat biasa, tetapi ia merupakan penjelmaan dari Batara Ismaya, yang tidak lain adalah kakak dari Batara Guru, rajanya para dewa.

semar mesem
Tokoh dalam pewayangan Jawa dan Sunda
Nama lain Janggan Smarasanta
Ki Lurah Badranaya
Ki Lurah Nayantaka
Posisi Punakawan
Karakteristik tubuh pendek, rambut pendek, wajah putih, bokong besar, perut buncit
Keistimewaan sakti dan bijaksana

Asal-usul Semar Mesem

Ada beberapa versi tentang kelahiran dan kisah asal-usul tokoh Semar Mesem. Namun semua informasi menyebutkan bahwa semar adalah jelmaan dewa yang turun kebumi. Kisah dalam naskah Serat Kanda menceritakan bahwa penguasa khayangan yang bernama Sanghyang Nurrasa mempunyai dua orang putra yang bernama Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang. Karena Sanghyang Tunggal memiliki muka yang jelek maka warisan takhta kahyangan diberikan kepada Sanghyang Wenang. Sanghyang Wenang kemudian mewariskan  takhta kepada putranya yang bernama Batara Guru. Setelah itu Sanghyang Tunggal memilih untuk menjadi pengasuh para kesatria keturunan Batara Guru, dengan nama Semar.

Naskah Paramayoga

Dalam kisah naskah Paramayoga menceritakan bahwa Sanghyang Tunggal adalah anak dari Sanghyang Wenang. Kemudian Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rakti yang tak lain adalah putri raja jin kepiting bernama Sanghyang Yuyut. Dari perkawinan tersebut mereka dianugrahi sebuah mustika yang berwujud telur yang menetaskan dua orang anak laki-laki. Masing-masing anak tersebut diberi nama Ismaya untuk yang berkulit hitam, sedangkan yang berkulit putih diberi nama Manikmaya. Merasa rendah diri sehingga Ismaya membuat Sanghyang Tunggal merasa kurang berkenan.

Ismaya kemudian diberikan kedudukan sebagai penguasa alam Sunyaruri, atau yang disebut tempat tinggalnya golongan para makhluk halus. Sedangkan Manikmaya mewarisi tahta khayangan yang diberi gelar sebagai Batara Guru. Batara Wungkuham putra sulung dari Ismaya mempunyai anak berbadan bulat yang bernama Janggan Smarasanta, atau yang disebut Semar. Kemudian semar menjadi pengasuh anak dari keturunan Batara Guru yang bernama Resi Manumanasa hingga berlanjut sampai ke anak-cucunya. Salah satu keistemawaan Ismaya adalah bisa merasuki tubuh semar, sehingga semar menjadi ditakuti oleh semua golongan termasuk para dewa.

Baca Juga

Bulu Perindu Asli Kalimantan Solusi Tepat Untuk Problem Asmara

Naskah Purwakanda

Dalam kisah naskah Purwakanda menceritakan bahwa Sanghyang Tunggal mempunyai empat orang putra. Masing-masing putra terbut diberi nama Batara Puguh, Batara Punggung, Batara Manan, dan Batara Samba. Pada suatau hari ketiga anak Sanghyang Tunggal mendengar kabar bahwa takhta kahyangan akan diwariskan kepada adik mereka yang bernama Samba. Hal ini membuat mereka marah dan menculik Samba untuk disiksa dan dibunuh. Namun perbuatan ketiga kakak Samba segera diketahui oleh sang ayah. Atas perbuatan ketiga kakanya tersebut merekapun dikutuk oleh Sanghyang Tunggal menjadi buruk rupa.

Batara Puguh diubah namanya menjadi Togog dan Batara Punggung menjadi semar mesem. Tagog dan Semar diturunkan kebumi oleh Sanghyang Tunggal untuk menjadi pengasuh keturunan dari Samba yang bergelar Batara Guru. Sedangkan manan diampuni oleh ayahnya karena mengaku hanya ikut-ikutan saja. Mana diberikan gelar Batara Narada oleh ayahnya dan diangkat menjadi penasihat Batara Guru dikhayangan.

Naskah Purwacarita

Dalam cerita naskah Purwacarita mengisahkan bahwa Sanghyang Tunggal menikah dengan seorang putri Sanghyang Rekatatama yang bernama Dewi Rekatawati. Dari hasil perkawinan Sanghyang Tunggal dan Dewi Rekatawati menghasilkan sebuah telur yang bercahaya. Namun Sanghyang Tunggal merasa kesal dan membanting telur tersebut hingga pecah menjadi tiga bagian yaitu cangkang, ptuh dan kuning telur. Ketiga bagian pecahan tersebut menjelma jadi laki-laki. Pecahan cangkang diberi nama Antaga, utih telur diberi nama Ismaya, dan kuningnya diberi nama Manikmaya.

Suatu hari ketika mereka sudah dewasa Antaga dan ismaya bertengkar karena ingin jadi pewaris takhta. Untuk menyesaikan pertengkaran mereka membuat kesepatan untuk berlomba menelan gunung. Antaga yang terlalu berambisi menelan gunung secara bulat-bulat dan menyebabkan mulutnya robek dan matanya membesar. Sedangkan Ismaya memiliki taktik lain dengan cara memkan gunung tersebut sedikit demi sedikit. Dalam beberapa hari gunung tersebut habis dimakan oleh Ismaya. Akibatnya Ismaya pun bertubuh bulat karena tidak bisa memuntahkan gunung tersebut.

Ayah mereka Sanghyang Tunggal menjadi muraka karena melihat keserakahan kedua putranya. Mereka akhirnya dihukum untuk menjadi pengasuh anak dari Manikmaya yang menjadi raja khayangan bergelar Batara Guru.Kedua putra Sanghyang Tunggal akhirnya turun kebumi dan menggunakan nama Togog dan Semar.

Silsilah keluarga Semar

Dalam cerita pementasan pewayangan tentang Semar Mesem mengisahkan sewaktu Batara Ismaya dikahyangan pernah dijodohhkan dengan sepupunya sendiri yang bernama Dewi Senggani. Dari hasil perkawinan tersebut mereka dikaruniai 10 orang anak yang masing masing diberi nama:

  • Batara Wungkuham
  • Batara Surya
  • Batara Candra
  • Batara Tamburu
  • Batara Siwah
  • Batara Kuwera
  • Batara Yamadipati
  • Batara Kamajaya
  • Batara Mahyanti   
  • Batari Darmanastiti

Dalam kisah wayang golek semar mesem adalah penjelmaan dari Batara Ismaya yang pertama kali mengabdi kepada Manumanasa leluhurnya para Pandawa. Suatu hari ketika semar pernah diserang oleh dua ekor harimau yang berwarna merah dan putih. Pada saat itu Manumanasa yang melihat kejadian tersebut memanah harimau yang menyerang semar. Harimau tersebut kembali kewujud aslinya menjadi sepasang bidadari yang bernama Kanistri dan Kaniraras. Kedua bidadari tersbut berterimakasi kepada Manumanasa karena telah membebaskan mereka dari kutukan. Kanistri akhirnya menjadi istri Semar, yang biasa disebut juga dengan nama Kanastren. Sedangkan Kaniraras menjadi istrinya Manumanasa dan namanya diganti mengikuti nama kk suaminya yang bernama Kaniraras

Dalam cerita pewayangan yang berasal dari Jawa Tengah mengisahkan, Semar selalu bersama dengan anak-anaknya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Dalam cerita pewayangan ketiganya itu bukan lah anak kandung semar. Gareng adalah seorang putra pendeta yang menjalani kutukan agar terbebas oleh Semar. Sedangkan Petruk adalah seorang putra raja dari bangsa Gandharwa. Dan Bagong sendiri tercipta dari sebuah bayangan Semar berkat mantra sakti dari Resi Manumanasa.

Versi cerita pewayangan Sunda mengisahkan urutan anak Semar adalah Cepot, Dawala, dan Gareng. Sedangkan kisah pewayangan yang berasal dari Jawa Timuran, Semar hanya bersama satu orang anak yang  bernama Bagong, yang juga memiliki anak bernama Besut.

Keistimewaan Semar Mesem

Tokoh Sema Mesem adalah cerita pewayangan yang diciptakan oleh pujangga lokal. Meski hanya sebagai abdi namunn keluhurn budi semar sejajar dengan Prabu kresna dalam kisah Mahabharata. Menurut versi asli Mahabharata ketika peperangan melawan Baratayuda hanya Kresna yang jadi penasihat dipihak Pandawa. Sedangkan dalam cerita pewayangan jumlah penasehat pandawa jadi dua yaitu semar.

Dalam karya sastra semar hanya hanya diperankan sebagai seorang pengasuh dari keturuan Resi Manumanasa. Para pandawalah yang menjadi peran utama dalam kisah itu terutama dalam cerita Mahabharata. Bebeda lagi dalam pementasan dari kisah Ramayana, Semar menjadi pengasuh dari keluarga Sri Rama atau Sugriwa. Ini menandakan bahwa sesosok semar selalu muncul dalam setiap pementasan pewayangan.

Semar merupakan pengasuh dari golongan para kesatria dalam cerita pewayangan. Sedangkan togog dikisahkan sebagai pengasuh para kaum raksasa. Didalam kisah ini, anak asuh Semar selalu mengalahkan anak asuh dari Togog, menurut salah satu versi kisah ini hanya sebagai simbol saja. Lambang atau gambaran semar adalah perpaduan dari rakyak biasa dengan dewa kahyangan. Itulah informasi singkat tentang Legenda Semar Mesem Dari Beberapa Kumpulan Versi. Semoga dapat bermanfaat yang sedang mencari informasi ini.

Jual Bulu Perindu Asli Kalimantan Tinggal Pakai saja

Share this
banner 728x90

Tags: Semar Mesem

Posting Terkait "Semar Mesem Legenda Jawa Dan Sunda"

Mantra Semar Mesem Ajian Amalan Ilmu Pelet
Mantra Semar Mesem adalah ajian amalanilmu pelet
  1. Mantra Semar Mesem Ajian Amalan Ilmu Pelet - Jual Bulu Perindu1 minggu agoBalas

    […] Semar Mesem Legenda Jawa Dan Sunda […]

Tinggalkan pesan "Semar Mesem Legenda Jawa Dan Sunda"